Langsung ke konten utama

Resensi Film Tragedi Siliwangi

Di kesempatan kali ini, aku mau membagikan makalah resensi Tragedi Siliwangi, merupakan tugas dari mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 12. Mungkin bisa bermanfaat bagi pembaca dan adik kelas selanjutnya xixixi. Jika kalian ingin mendownload Makalah Resensi Film Tragedi Siliwangi berupa PDF sudah disediakan di akhir makalah ini ya link nya.

MAKALAH RESENSI FILM
 "TRAGEDI SILIWANGI"
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Bahasa Indonesia
        
Disusun oleh :
                    Nama                 : Mitsuha Miyamizu
                    Kelas                  : XII MIPA 2
                    Program Studi : MIPA

            
                DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
                  SMAN 13 KABUPATEN TANGERANG
      Jl. Raya Pasarkemis-Rajeg KM.03, Sindang Jaya,    
              Kabupaten Tangerang, Banten (021) 29447693



KATA PENGANTAR

       Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kesehatan serta kelancaran dalam menyelesaikan makalah ulasan film “Tragedi Siliwangi” sehingga dapat selesai tepat waktu . Banyak kesulitan dan hambatan yang di hadapi dalam membuat tugas ini, tetapi dengan semangat dan kegigihan serta arahan dan bimbingan dari berbagai pihak, Penulis mampu menyelesaikan tugas ini dengan baik. Oleh karena itu pada kesempatan ini, Penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada :
1. Ibu Ina Supriatin sebagai guru pembimbing mata pelajaran Bahasa Indonesia yang telah membantu memberi arahan dalam menyusun makalah ini.
2. Orang tua yang telah memberikan dukungan dan bantuan sehingga makalah ini
dapat terselesaikan.
3.Teman-teman yang telah membantu dan memberikan dorongan semangat agar makalah ini dapat di selesaikan.
 Selain untuk menambah wawasan dan pengetahuan, makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia. Makalah ini membahas tentang ulasan film “Tragedi Siliwangi”.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari bentuk penyusunan, dan penulisan. Maka Penulis mengharapkan kritik dan saran untuk penyempurnaan makalah ini dimasa yang akan datang. Dan Semoga makalah ulasan film “Tragedi Siliwangi” ini dapat bermanfaat bagi penulis dan para pembaca.

                                   Tangerang, 09 September 2020


                                                         Mitsuha Miyamizu



DAFTAR ISI

Lembar Judul ................................................................. i
Kata Pengantar .............................................................. ii
Daftar Isi ......................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ......................................................... 1
1.2 Tujuan Penulisan .................................................... 1 
1.3 Manfaat Penulisan .................................................. 1 
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Landasan Teori ........................................................ 2 
2.2 Identitas Film ........................................................... 2
2.3 Struktur Teks Film .................................................. 3
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan .............................................................. 7
3.2 Kesan ......................................................................... 7
3.3 Saran ......................................................................... 7
DAFTAR PUSTAKA


BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
 Film dokumenter adalah film yang dibuat berdasarkan fakta bukan fiksi dan bukan pula memfiksikan yang fakta. Pola penting dalam film ini menggambarkan permasalahan kehidupan manusia meliputi bidang ekonomi, budaya, hubungan antar manusia, etika dan lain sebagainya. Film dokumenter juga bisa menampilkan rekaman penting dari sejarah manusia. Contohnya, film tentang sejarah kemerdekaan Indonesia dan film Tragedi Siliwangi.
 Tragedi Siliwangi merupakan film produksi PT Dewi Film & Kodam VI Siliwangi (1972) yang disutradarai oleh Nawi Ismail dengan genre film perjuangan nasional yang diadaptasi dari kisah "Long March" Divisi Siliwangi dari Yogya kembali ke Bandung, saat gagalnya Perjanjian Renville 18 Desember 1948.

1.2. Tujuan Penulisan
 Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia.

1.3. Manfaat Penulisan
 Sesuai dengan tujuan dari penulisan makalah ini, dapat mengetahui kekurangan dan kelebihan film ini. Serta dapat mengetahui unsur-unsur yang terkandung di dalamnya. Serta dapat mengembangkan kreativitas menulis


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Landasan Teori
 Resensi berasal dari bahasa Latin recensio, recensere atau juga revidere yang artinya mengulas kembali. Resensi adalah suatu penilaian terhadap sebuah karya (Karya yang dinilai dapat berupa buku dan karya seni film dan drama). Menulis resensi terdiri dari kelebihan, kekurangan dan informasi yang diperoleh dari buku dan disampaikan kepada masyarakat.

2.2 Identitas Film
“Tragedi Siliwangi”
Judul film :Tragedi Siliwangi
Sutradara : Nawi Ismail
Produser : Malidar Hadiyuwono
Penulis : Nawi Ismail, Letkol Lukman Madewa
Pemeran : Sandy Suwardi Hassan, Rahayu Effendi, Rina Hassim, Aedy Moward, Hassan Sanusi, A Hamid Arief, Ismar Lubis, Budi Schwarzkrone, Arman Effendy, Grace Simon.
Produksi : PT Dewi Film & Kodam VI Siliwangi (1972)
Durasi : 123 menit
 Tragedi Siliwangi, merupakan film tahun 1972 yang dibintangi oleh Sandy Suwardi Hassa, Rahayu Effendi, Rina Hashim, dll. Film karya sutradara Nawi Ismail ini mengisahkan tentang perjalanan panjang atau Long March divisi Siliwangi dari Yogya kembali ke Bandung, Jawa barat saat gagalnya perjanjian Renville 18 Desember 1948.
 Kami bukan pelarian, bukan pula orang buangan, bukan petualang tanpa tujuan pantang Siliwangi menolak tugas kami kemari diperintah tiger, kini nyatanya perundingan tak membawa hasil penjajah tetap menjajah. Diplomasi berantakan didalam negeri, kami kembali ke jalan tempur. Siliwangi kini kembali pulang.
 Pada saat perjalanan menuju Jawa Barat tentara Siliwangi diserang oleh penjajah dengan dipimpin Letnan Priatna. Perjalanan pun dilanjutkan dan pada malam hari tentara Siliwangi menyerang pos Belanda dengan tembak menembak. Akhirnya pos Belanda itu hancur dan tidak ada yang tersisa.
 Sementara penduduk yang lain melanjutkan perjalanan yang dipimpin pak Parman melewati pos utara. Sementara penjajah belanda membuat rencana licik dengan cara membuat poster soekarno bahwasanya pemimpin bangsa Indonesia itu telah menyerah ke kerajaan Belanda, untuk itu belanda memerintahkan keseluruh kampung bahwa harus menyerah kepada kerajaan Belanda.
 Penyamaran yang dilakukan oleh tentara republik untuk menyusup ke pos Belanda yang diutara ternyata diketahui oleh pihak belanda, untuk itu tentara republik itu disiksa. Penghianat kepala lurah itu memberikan informasi kepada pihak belanda bahwasanya ada tentara Indonesia yang menyusup. Dan akhirnya penjajah Belanda itupun telah terkalahkan.
 Pada akhirnya tentara Siliwangi itupun telah tiba di tanah jawa barat, dengan penuh suka cita. Warga Jawa Barat menyambut kedatangan tentara republik itu. Disamping itu, Marni dan Maya yang dikenal akrab itu tekad membantu tentara Siliwangi dengan membeli obat-obatan dan memberikan informasi mengenai penjajah itu, mereka dan ibunya bertekad membantu pejuang dalam kemerdekaanya.
 Dengan itu, Belanda mengetahui hal tersebut lalu mereka menyerang kampung di Jawa Barat. Tentara Siliwangi pun siap bertempur melawan belanda. Dan akhirnya tentara Siliwangi itu membuat mundur para penjajah Belanda.
 Akhirnya Marni dan Maya sudah sampai digubuk Siliwangi. Maya sebagai kekasih kang Priatna pimpinan Siliwangi itu sangat senang bertemu kembali dengannya. Pada saat mendatangi desa beberapa tentara diracuni oleh orang-orang sendiri dan Priatna pun menyesali dengan peluru yang telah ditembakan kepada orang-orang Indonesia sendiri.
 Dan akhirnya tentara Siliwangi pun telah bergabung dengan tentara batalion, merekapun menyusun strategi dalam melawan penjajahan. Pada saat itu, markas TNI diserang oleh DI (penghianat bangsa) mendengar kabar itu tentara siliwangi kembali ke markas. Dan Anwar tewas dalam peperangan itu, dan Panji pun telah direbut kembali.

2.3 Struktur Teks Film
 Struktur teks film “Tragedi Siliwangi” terdiri atas orientasi, tafsiran, evaluasi, dan rangkuman.
a. Orientasi
 Orientasi berisi pengenalan tentang gambaran umum film “Tragedi Siliwangi”.
 Tragedi Siliwangi adalah sebuah film yang disutradai Nawi Ismail, dengan suasana khas pedesaan pada masa revolusi. Penonton akan dibawa kembali pada masa kolonialisme dengan situasi yang mencekam saat itu.
 Film ini merupakan adaptasi dari "Long March" Divisi Siliwangi dari Yogya kembali ke Bandung, saat gagalnya Perjanjian Renville 18 Desember 1948. Panglima Sudirman memerintahkan Divisi Siliwangi kembali. Perjalanan panjang itu merupakan perjalanan penuh derita dan penuh hambatan, baik menghadapi Belanda, maupun menghadapi gerombolan Darul Islam (DI).
b. Tafsiran
 Tafsiran pada film “Tragedi Siliwangi” berisi gambaran detail film.
 Pada segmen Jawa Tengah itu diceritakan lawan utama pasukan Siliwangi di bagian salah satu tokoh utamanya bernama Anwar berhadapan dengan Van Der Klot, yang diperankan dengan baik oleh Hamid Arief. Bintang ini memang pas memainkan karakter Belanda dalam trilogi Pitung, Hamid Arief pemeran Schout Hinne lawan utama Pitung.
 Lewat dialog Klot, Lurah NICA dan penduduk desa terungkap bahwa kamu orang Indonesia boleh merdeka tetapi seratus tahun lagi (karena masih dianggap bodoh). Alasan Belanda sebetulnya masih ingin menjajah Indonesia karena keserakahan.
 Ada bumbu humor diselipkan ketika seorang Indonesia melaporkan bahwa melihat pejuang dengan menyebut Van Der Klot sebagai Van Der Kolot. Tentu saja orang Klot marah: Vander Klot monyet. Dengan entengnya pelapor itu menyebut, “Ya, Van Der Kolot, Monyet.”
 Segmen Jawa Tengah ini berakhir dengan tewasnya kedua tokoh antagonis, Van Der Klot dan Lurah NICA itu. Secara sinematografi tentu saja ada hal yang luput misalnya kok bisa ada bir dengan merek tahun 1970-an masa itu? Kalau ada serdadu Belanda mati dengan botol minuman keras di sampingnya masih bisa diterima.
 Pada segmen ini seperti dalam film perjuangan umumnya hingga sekarang. Stereotype orang bule suka minum miras kadang berlebihan, misalnya di tengah situasi yang begitu genting. Sekalipun kekejaman mereka pada orang Indonesia benar-benar seperti yang digambarkan dalam film itu. Apa yang dihadapi pasukan Siliwangi sama seperti pasukan lainnya. Misalnya menguburkan rekan mereka di tengah perjalanan jauh dari kampung halamannya membuat miris.
 Segmen kedua film ini baru tragedi sebenarnya. Adegan bahwa Siliwangi kembali ke Jawa Barat ditandai dengan baik oleh musik suling dan salat di langgar. Ada adegan sebagian tentara salat bersama. Saya ingat ucapan almarhum ayah ketika menonton bersama tanda wilayah itu sebagai wilayah Jawa Barat adalah banyak langgarnya.
 Film itu kemudian menjadi dua alur, yaitu di sebuah kota sebuah keluarga kaya tengah mengalami kegalauan. Istri dan dua anak perempuannya (seorang di antaranya dimainkan Grace Simon yang waktu itu pendatang baru) memihak Republik. Sang Istri, gusar karena suaminya membiarkan dua anak perempuannya diajak ke klub perwira Belanda dan dilecehkan. Akhirnya mereka melarikan diri dan bergabung ke Republik.
 Sementara di medan perjuangan pasukan Siliwangi sedang gamang karena mereka menghadapi gerombolan yang juga sebangsa Indonesia tetapi tidak diketahui kawan atau lawan. Bisa jadi ada kesatuan gerilya tidak mau ikut hijrah dan menetap di Jawa Barat. Itu sebabnya mereka mau diajak berunding dan untuk itu mereka masuk perangkap.
 Adegan yang paling tragis di segmen ini ialah ketika tentara Siliwangi disambut di sebuah desa dan dijamu makanan. Ternyata makanan itu beracun. Padahal tentara itu merasa gembira karena baru bertemu makanan yang enak setelah berjuang.
 Lewat berapa adegan alasan DI/TII karena mereka merasa ditinggalkan oleh Republik (akibat perjanjian Renville) dan mereka mengkafirkan tentara Siliwangi. Itu sesuai dengan beberapa referensi sejarah kelompok itu merasa Jawa Barat “dijual”. Tragis apalagi mengingat pimpinan utama DI, Kartosuwiryo adalah sahabat Soekarno sejak kecil.
 Film ini berakhir dengan gugurnya tokoh utama dalam film ini dalam baku tembak oleh bangsa sendiri. Sekalipun saya kurang puas dengan konklusi film ini yang tidak tuntas, tetapi bagi saya hingga sekarang “Mereka Kembali” adalah film yang isinya patut direnungkan.
c. Evaluasi
 Evaluasi pada film “Tragedi Siliwangi” berisi pandangan dari pengulas. Pada bagian ini penulis akan menyebutkan bagian yang bernilai (kelebihan) atau bagian yang kurang bernilai (kekurangan) dari film “Tragedi Siliwangi”.
 Film Tragedi Siliwangi ini merupakan film yang menggambarkan kesulitan pasukan Siliwangi saat melakukan long march menuju kembali ke Jawa Barat. Di dalam film ini juga digambarkan perjuangan pasukan Siliwangi dalam menghadapi 2 musuh besar dalam perjuangan yaitu pasukan Belanda dan pasukan Darul Islam / Tentara Islam Indonesia.
 Film ini begitu jelas menggambarkan perjalanan pasukan Siliwangi yang tidak mudah dan mereka mengalami kelaparan saat perjalanan, terkena penyakit, timbul korban dari golongan perempuan bahkan konon katanya seorang Ibu hamil yang melahirkan bayinya terpaksa memberikan bayinya kepada penduduk setempat agar aman dari pasukan Belanda sehingga tidak menjadi beban.
 Meskipun film ini berisi perjuangan pasukan Siliwangi yang penuh kesulitan tetapi di film ini terdapat beberapa lelucon, sehingga tidak begitu monoton. Film ini membawa penontonnya kembali ke masa agresi militer. Penonton diperlihatkan dengan suasana pedesaan, dataran tinggi dan bangunan pada saat tempo itu. Film ini lebih condong peperangan terhadap bangsa kita sendiri yang sebagai pengkhianat (DI/TII). Cerita terhadap perlawanan penjajah pun begitu kurang.
d. Rangkuman
 Rangkuman pada film “Tragedi Siliwangi” berisi kesimpulan dari ulasan terhadap film. Bagian ini juga memuat komentar penulis apakah hasil karya tersebut bernilai atau tidak untuk ditontonkan.
 Tragedi Siliwangi merupakan salah satu film dokumenter yang diadaptasi dari peristiwa long march pasukan Siliwangi. Film Tragedi Siliwangi seharusnya ditayangkan saat hari peringatan pahlawan maupun kemerdekaan. Film ini sebaiknya ditonton dibawah pengawasan orang tua, karena beberapa adegan mengandung unsur kekerasan seperti penembakan dan bentrokan antar pasukan.
 Dengan adanya film ini generasi selanjutnya dapat merasakan begitu mencekam saat masa agresi militer tersebut, bersyukurlah kita dapat hidup disaat Indonesia sudah merdeka. Kita sebagai generasi penerus bangsa harus menanamkan jiwa patriotisme, menghargai perbedaan suku, bangsa agama dan ras serta hidup rukun dan menjaga keutuhan NKRI. Sebagai pelajar, kita harus menjalankan kewajiban kita untuk belajar dan mengikuti upacara wajib di sekolah dan memperingati hari nasion


BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
 Peristiwa Tragedi Siliwangi merupakan peristiwa penting yang diawali dengan hijrahnya Pasukan Siliwangi dari kantong-kantong gerilya di Jawa Barat Ke Jawa Tengah. Peristiwa hijrahnya Pasukan Siliwangi tahun 1948 nyata-nyata merugikan Republik Indonesia. Salah satu isi perundingan itu memutuskan agar tentara Indonesia mundur dan meninggalkan kantong-kantong perlawanan dan masuk ke daerah yang masih dikuasai pemerintah Republik Indonesia, antara lain daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur.
 Terungkapnya perjuangan masyarakat Ciseupan dan masyarakat Subang dalam mempertahankan dan mengisi kemerdekaan diharapkan akan menimbulkan kesadaran dan potensi juang bagi generasi muda sekarang. Dengan mempelajari sejarah dapat membangkitkan rasa cinta dan bangga terhadap Tanah Air dan Bangsanya dalam menanamkan rasa tanggungjawab terhadap keselamatan dan kesejahteraan bangsa dan tanah air dimasa yang akan datang.

3.2 Kesan
 Kesan saya terhadap film ini, film ini sangat bagus yang menceritakan tentang perjuangan. Dan dalam film ini banyak menyampaikan pesan moral yang dapat kita terapkan pada kehidupan kita sehari-hari. Menurut saya, film ini merupakan salah satu film terbaik dari seluruh perfilman Indonesia sebelumnya. Film ini sangat bagus untuk ditonton dan bisa dijadikan pembelajaran untuk generasi penerus bangsa khususnya para pelajar.

3.3 Saran
 Dari film “Tragedi Siliwangi” yang dominan dengan adegan yang mencekam dan penuh dengan penembakan yang mengakibatkan banyak korban dalam melawan pasukan Belanda dan penghianat (DI/TII). Penulis berharap supaya generasi penerus bangsa tidak menjadi penghianat dan menanamkan rasa patriotisme. Penulis juga berharap kepada seluruh masyarakat untuk saling menghormati dan tidak mudah percaya terhadap berita yang belum tentu kebenarannya (hoax) yang dapat memecah belah persatuan NKRI.
 Dengan mempertimbangkan pesan-pesan dalam resensi film ini, sangat menarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai peristiwa long march pasukan Siliwangi. Atau mungkin sejarah lain yang memiliki relevansi atau keterkaitan dengan film Tragedi Siliwangi.



DAFTAR PUSTAKA
http://daftarfilmjadul.blogspot.com/2014/11/mereka-kembali-tragedi-siliwangi-1972.html?m=1
https://www.goodnewsfromindonesia.id/2015/08/16/film-perjuangan-yang-wajib-ditonton
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Long_March_Siliwangi
https://youtu.be/kjy5Sk67K-I
https://www.kompasiana.com/jurnalgemini/5999ac023602273f1c6bedb2/mereka-kembali-film-perjuangan-pertama-memikat-saya?page=2

Link download makalah, klik url dibawah :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pangrango

Menyusuri jalur yang penuh dengan lumut dan embun Seperti menyusuri hidup yang pernah tercecer. Langitnya tidak selalu biru, tapi justru dalam kabutnya - Disanalah kutemukan ketenangan. Dalam kedinginan yang menyelimuti, ada kehangatan yang tidak pernah kutemui dipelukan siapapun. Senandung dedaunan, semilir angin, seperti bahasa alam  yang hanya bisa dimengerti oleh jiwa yang lelah. Tidak semua puncak harus ditaklukkan Ada yang cukup dipandang dari kejauhan. Seperti langit yang membuat dirinya ingin terbang bebas Kamu cukup menatapnya saja dari bumi ini. Langkah menanjak itu bukan menuju puncak, melainkan menuju dirimu sendiri. Sebab disetiap tanjakan, ada ego yang patah. Dan dalam hening, ada rindu yang tidak bisa kusuarakan. Dan ketika kau kembali,  bukan ketinggian yang kau bawa melainkan kesadaran bahwa melupakan adalah cara paling bijak untuk menjadi utuh.

Laporan Uji Kompetensi Keahlian SMK Multimedia 2020

     Hi, kali ini aku mau share Laporan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) SMK yang bisa kalian jadikan referensi ataupun acuan untuk siswa/i kelas XII SMK. Tema UKK /UKom setiap sekolah dan tahunnya berbeda. Saya berkesempatan membuat laporan UKK tentang Desain Poster Percetakan. First time UKK jalur daring dilakukan secara mandiri, dikarenakan pandemi Covid19 rasanya hmmm banget 😂. Saat itu ekspektasi saya mungkin akan mendapatkan judul "Siswa SMK Peduli Sekolah Sehat" (udah bikin konsep, dan akan masukin karakter earth Chan) at least ketika dibagiin kelompok aku dapetnya "Siswa SMK Peduli Pernikahan Dini" (hmm yaudahla gpp:v).  Dengan waktu sebulan akhirnya selesai juga pembuatan produk UKK dari mulai pembuatan desain di PC, pembuatan desain di media poster papan (ngecat sendiri yg lumayan menyita waktu si proses ini:v) dan terakhir pembuatan laporan UKK. Selama UKK mandiri banyak hambatan, tapi semua problem itu bisa diselesaikan step by step. Oke, di akhir laporan ...

Taksaka

Dulu, kita adalah kita Yang saling menyapa dilangit 'kala-jauh' Langit senja kita serupa, Kita tertawa pada lelucon yang mereka tak mengerti Karena dunia kita terasa kecil Aku melihatmu dari kejauhan Bukan lagi sebagai tujuan tapi kenangan Selamat atas pencapaianmu di Maret 'kala' itu Aku turut bangga, karena dulu dijam 2 pagi Kita berdiskusi tentang hal apapun Dari IPS sampai ke seni budaya Lucu ya? Kita punya alasan untuk bersama, Kita pun tak pernah bertengkar Namun, tak semua yang tumbuh diberi izin untuk mekar. Dan, seperti mantra yang tak pernah usai Kisah ini perlahan senyap. -MeiHara 2023.