Langsung ke konten utama

Darananta

Ia adalah bintang yang menyalakan duniamu,
hembusan angin yang membuka jendela barumu.
Seperti pustaka tak bernama,
menunjukkan hal yang tak pernah kau duga.

Namun kau menaruhnya di sudut sepi,
seperti cermin retak yang tak kau peduli.
Kata-katanya kau larutkan menjadi abu,
lalu kau abaikan tanpa ragu.

Ia tetap berdiri di tepi luka,
meski hatinya diiris berulang tanpa jeda.
Seperti jam pasir yang tak berhenti,
menampung sakit, menahan sunyi.

Dan di balik perih yang terus mengalir,
ia tetap menyimpan harapan kecil yang tak pernah berakhir.
Kau tak sadar, dialah yang pertama membuka pintu,
namun kau selalu menjadikannya tamu yang semu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Laporan Uji Kompetensi Keahlian SMK Multimedia 2020

     Hi, kali ini aku mau share Laporan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) SMK yang bisa kalian jadikan referensi ataupun acuan untuk siswa/i kelas XII SMK. Tema UKK /UKom setiap sekolah dan tahunnya berbeda. Saya berkesempatan membuat laporan UKK tentang Desain Poster Percetakan. First time UKK jalur daring dilakukan secara mandiri, dikarenakan pandemi Covid19 rasanya hmmm banget 😂. Saat itu ekspektasi saya mungkin akan mendapatkan judul "Siswa SMK Peduli Sekolah Sehat" (udah bikin konsep, dan akan masukin karakter earth Chan) at least ketika dibagiin kelompok aku dapetnya "Siswa SMK Peduli Pernikahan Dini" (hmm yaudahla gpp:v).  Dengan waktu sebulan akhirnya selesai juga pembuatan produk UKK dari mulai pembuatan desain di PC, pembuatan desain di media poster papan (ngecat sendiri yg lumayan menyita waktu si proses ini:v) dan terakhir pembuatan laporan UKK. Selama UKK mandiri banyak hambatan, tapi semua problem itu bisa diselesaikan step by step. Oke, di akhir laporan ...

Pangrango

Menyusuri jalur yang penuh dengan lumut dan embun Seperti menyusuri hidup yang pernah tercecer. Langitnya tidak selalu biru, tapi justru dalam kabutnya - Disanalah kutemukan ketenangan. Dalam kedinginan yang menyelimuti, ada kehangatan yang tidak pernah kutemui dipelukan siapapun. Senandung dedaunan, semilir angin, seperti bahasa alam  yang hanya bisa dimengerti oleh jiwa yang lelah. Tidak semua puncak harus ditaklukkan Ada yang cukup dipandang dari kejauhan. Seperti langit yang membuat dirinya ingin terbang bebas Kamu cukup menatapnya saja dari bumi ini. Langkah menanjak itu bukan menuju puncak, melainkan menuju dirimu sendiri. Sebab disetiap tanjakan, ada ego yang patah. Dan dalam hening, ada rindu yang tidak bisa kusuarakan. Dan ketika kau kembali,  bukan ketinggian yang kau bawa melainkan kesadaran bahwa melupakan adalah cara paling bijak untuk menjadi utuh.

Taksaka

Dulu, kita adalah kita Yang saling menyapa dilangit 'kala-jauh' Langit senja kita serupa, Kita tertawa pada lelucon yang mereka tak mengerti Karena dunia kita terasa kecil Aku melihatmu dari kejauhan Bukan lagi sebagai tujuan tapi kenangan Selamat atas pencapaianmu di Maret 'kala' itu Aku turut bangga, karena dulu dijam 2 pagi Kita berdiskusi tentang hal apapun Dari IPS sampai ke seni budaya Lucu ya? Kita punya alasan untuk bersama, Kita pun tak pernah bertengkar Namun, tak semua yang tumbuh diberi izin untuk mekar. Dan, seperti mantra yang tak pernah usai Kisah ini perlahan senyap. -MeiHara 2023.