Langsung ke konten utama

Moksa

Dalam perjalanan ini,
Pada akhirnya pun tetap sendiri

Mungkin karena aku terlalu berharap
Dengan semua yang kutanam akan tumbuh pada akhirnya

Namun, aku lupa
Untuk tumbuh pun 'ada' teriknya mentari dan derasnya hujan
Aku benci hujan, pun dengan sambarannya.
Tapi aku suka pelangi setelahnya.

Kini ku sadar
Berhenti 'memberi' kepada mereka yang tidak menganggap'mu
Berhenti melindungi mereka yang tidak tahu mengakui' kesalahannya
Disaat mereka tahu 'kebenarannya' pun, tak ada satu pun yang memihakmu.
Tidak ada kata 'maaf' pun terucap dari mereka.
Berhenti peduli untuk semuanya, karena semuanya hanyalah titipan Nya.
Pada akhirnya kamu pun terus sendiri sedari awal hingga akhir.

Selamat tinggal untuk episode 'kelam' ini
Di setiap bait ku ingin tenang

MeiKata, June 2025

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Laporan Uji Kompetensi Keahlian SMK Multimedia 2020

     Hi, kali ini aku mau share Laporan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) SMK yang bisa kalian jadikan referensi ataupun acuan untuk siswa/i kelas XII SMK. Tema UKK /UKom setiap sekolah dan tahunnya berbeda. Saya berkesempatan membuat laporan UKK tentang Desain Poster Percetakan. First time UKK jalur daring dilakukan secara mandiri, dikarenakan pandemi Covid19 rasanya hmmm banget 😂. Saat itu ekspektasi saya mungkin akan mendapatkan judul "Siswa SMK Peduli Sekolah Sehat" (udah bikin konsep, dan akan masukin karakter earth Chan) at least ketika dibagiin kelompok aku dapetnya "Siswa SMK Peduli Pernikahan Dini" (hmm yaudahla gpp:v).  Dengan waktu sebulan akhirnya selesai juga pembuatan produk UKK dari mulai pembuatan desain di PC, pembuatan desain di media poster papan (ngecat sendiri yg lumayan menyita waktu si proses ini:v) dan terakhir pembuatan laporan UKK. Selama UKK mandiri banyak hambatan, tapi semua problem itu bisa diselesaikan step by step. Oke, di akhir laporan ...

Pangrango

Menyusuri jalur yang penuh dengan lumut dan embun Seperti menyusuri hidup yang pernah tercecer. Langitnya tidak selalu biru, tapi justru dalam kabutnya - Disanalah kutemukan ketenangan. Dalam kedinginan yang menyelimuti, ada kehangatan yang tidak pernah kutemui dipelukan siapapun. Senandung dedaunan, semilir angin, seperti bahasa alam  yang hanya bisa dimengerti oleh jiwa yang lelah. Tidak semua puncak harus ditaklukkan Ada yang cukup dipandang dari kejauhan. Seperti langit yang membuat dirinya ingin terbang bebas Kamu cukup menatapnya saja dari bumi ini. Langkah menanjak itu bukan menuju puncak, melainkan menuju dirimu sendiri. Sebab disetiap tanjakan, ada ego yang patah. Dan dalam hening, ada rindu yang tidak bisa kusuarakan. Dan ketika kau kembali,  bukan ketinggian yang kau bawa melainkan kesadaran bahwa melupakan adalah cara paling bijak untuk menjadi utuh.

Taksaka

Dulu, kita adalah kita Yang saling menyapa dilangit 'kala-jauh' Langit senja kita serupa, Kita tertawa pada lelucon yang mereka tak mengerti Karena dunia kita terasa kecil Aku melihatmu dari kejauhan Bukan lagi sebagai tujuan tapi kenangan Selamat atas pencapaianmu di Maret 'kala' itu Aku turut bangga, karena dulu dijam 2 pagi Kita berdiskusi tentang hal apapun Dari IPS sampai ke seni budaya Lucu ya? Kita punya alasan untuk bersama, Kita pun tak pernah bertengkar Namun, tak semua yang tumbuh diberi izin untuk mekar. Dan, seperti mantra yang tak pernah usai Kisah ini perlahan senyap. -MeiHara 2023.